Pembangunan Dapur Umum di Sumatra Utara

Makanan di wilayah terdampak bencana jadi kebutuhan darurat yang tidak bisa ditunda. Tim Sekolah Relawan berhasil membangun empat dapur umum di empat titik pengungsian wilayah Kabupaten Langkat, Kota Medan, dan Kabupaten Tapanuli Utara. Dapur umum menyediakan minuman hangat serta makanan bergizi lengkap dengan sayur dan lauknya.
Lebih dari 10.000 porsi sudah disediakan untuk para penyintas. “Ini pak yang kami tunggu, seharian dari pagi belum makan di pengungsian, bingung bagaimana,” ungkap salah satu penyintas.
Also Read
Pelayanan Kesehatan di Sumatra Barat

Kegiatan pertama di Sumbar adalah melakukan pelayanan kesehatan bagi para penyintas yang dilakukan dengan dua metode, yaitu pemeriksaan langsung di pengungsian penyintas Kampung Sikumbang, Kec. Palembayan dan pemeriksaan metode door to door di Jorong Kampung Tangah Barat.
Sudah ratusan penyintas yang ditangani, sebagian besar dari mereka mendapatkan perawatan luka di tubuh akibat pecahan kaca, paku, seng, dan material tajam lainnya yang terbawa arus banjir.
Perjalanan Tim Medis Sekolah Relawan juga tak mudah, harus melewati jembatan darurat, mendaki bukit berpasir, hingga sungai dengan bebatuan besar.
Respons Keluarga Balita di Aceh Tamiang

Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan dampak banjir paling luas dan cukup parah, hingga menyebabkan banyak warga terisolir. Tim Sekolah Relawan harus menempuh perjalanan penuh perjuangan untuk memasuki kawasan Aceh Tamiang.
Saat akhirnya berhasil masuk, salah satu respons pertama yang dilakukan adalah menyelamatkan keluarga dengan balita yang sudah satu minggu terjebak di rumah mereka di Kuala Simpang tanpa makanan. Setelah evakuasi, tim segera menyalurkan makanan siap saji, makanan bayi, serta melakukan pemeriksaan medis untuk memastikan kondisi kesehatan mereka tetap aman.
Tim Sekolah Relawan juga beraksi di berbagai titik pengungsian lain dengan membangun dapur umum, menyediakan listrik dan internet, serta pelayanan kesehatan bagi penyintas.











